Dunia Bidan: Materi Kuliah Bidan

Informasi Seputar Dunia Kebidanan Artikel Kesehatan Materi Kuliah Bidan Pemula Makalah Kesehatan

Wednesday, March 28, 2018

Anatomi Organ Reproduksi Wanita

11:53 PM 0
Anatomi Organ Reproduksi Wanita
Organ Reproduksi Wanita terbagi menjadi : 
a.Genetalia Eksterna
b.Genetalia Interna
c.Panggul

Genetalia Eksterna
a.Mons Veneris (Mons Pubis)
b.Labia Mayora (Bibir besar)
c.Labia Minora (Bibir Kecil)
d.Vestibulum (Vulva)
e.Perineum
Genetalia Interna
a.Vagina
b.Serviks
c.Uterus
d.Tuba Fallopii
e.Ovarium

Anatomi Panggul



Bentuk Panggul

BIDANG HODGE

Bidang-bidang sepanjang sumbu panggul yang sejajar dengan pintu atas panggul, untuk patokan/ukuran kemajuan persalinan (penilaian penurunan presentasi janin).
ØBidang Hodge I
adalah bidang pintu atas panggul, dengan batas tepi atas simfisis.
ØBidang Hodge II
adalah bidang sejajar H-I setinggi tepi bawah simfisis
ØBidang Hodge III
adalah bidang sejajar H-I setinggi spina ischiadica
Ø ØBidang Hodge IV
adalah bidang sejajar H-I setinggi ujung bawah os coccygis


Monday, March 5, 2018

Artikel Kesehatan Reproduksi

8:34 AM 0
Artikel Kesehatan Reproduksi
Merawat Kebersihan Area Pribadi

Sejak kecil kita sudah diajarkan untuk memelihara kebersihan. Sayangnya, kebersihan organ seksual tak pernah dibicarakan. Padahal, memelihara kebersihan area rahasia itu sangat penting.

Kebiasaan menjaga kebersihan, termasuk kebersihan organ-organ seksual atau reproduksi, merupakan awal dari usaha menjaga kesehatan kita. Apalagi kita tinggal di daerah tropis yang panas dan bikin kita berkeringat. Keringat ini membuat tubuh kita lembap, terutama pada organ seksual dan reproduksi yang tertutup dan berlipat. Di wilayah tubuh seperti itulah bakteri mudah berkembang biak hingga menimbulkan bau tak sedap dan penyakit. Karena itu kita harus menjaganya, antara lain dengan cara:
• Mandi dua kali sehari.
• Mencuci tangan setiap kali sebelum dan sesudah buang air kecil dan besar.
• Mencuci bagian luar organ-organ seksual kita dengan air dan sabun, terutama setiap selesai buang air kecil dan besar.
• Tidak menggunakan air kotor untuk mencuci wilayah sensitif itu karena potensial mengundang bakteri dan kuman.
• Mengganti celana dalam minimal 2 kali sehari.
• Hindari celana ketat karena dapat menyebabkan permukaan organ reproduksi kita jadi mudah berkeringat. Akibat pada cowok adalah dapat membuat fungsi organ seksual kita tak lagi maksimal.
• Sebaiknya kenakan pakaian dalam yang terbuat dari bahan katun karena bahan ini dapat menyerap keringat dengan baik.
• Hindari bertukar pakaian dalam dan handuk dengan orang lain karena hal ini potensial menularkan penyakit.
• Dianjurkan untuk mencukur/merapikan rambut kemaluan. Jika tidak, maka wilayah rahasia kita berpotensial ditumbuhi sejenis jamur atau kutu yang dapat menimbulkan rasa gatal.

Khusus Cewek...

1. Menjaga Kebersihan Area Cewek
Setiap kali mandi dan sehabis buang air kecil atau besar, bersihkan vagina dengan membasuh bagian luarnya secara hati-hati dengan air bersih dan sabun yang lembut. Jika kita alergi dengan sabun yang lembut, bisa juga cukup basuh dengan air hangat.
Cara membasuh yang benar adalah dari arah depan ke belakang, jangan sebaliknya. Hal ini akan mencegah masuknya kuman-kuman penyakit.
• Gunakan air bersih, lebih baik lagi air hangat. Setelah itu keringkan dengan baik.
• Rajin-rajinlah mengganti pakaian dalam/panty liners (pembalut tipis sekali pakai) jika sudah terasa lembap yang berlebihan.
• Hati-hati menggunakan deodoran, sabun antiseptik yang keras, atau cairan pewangi (parfum) untuk menghilangkan bau di daerah kecewekan karena bisa berbahaya untuk kesehatan. Terlalu sering membasuhnya dengan cairan kimia (douching) dan penggunaan deodoran dan parfum akan merusak keseimbangan yang ada sehingga memungkinkan terjadinya infeksi.

2. Menjaga kebersihan saat menstruasi
Pada saat menstruasi, pembuluh darah dalam rahim sangat mudah terkena infeksi. Oleh karena itu kebersihan wilayah cewek kita harus lebih dijaga lantaran kuman mudah sekali masuk dan dapat menimbulkan penyakit pada saluran reproduksi. Untuk menjaga kebersihan gantilah pembalut secara teratur 4-5 kali sehari atau setelah buang air kecil dan mandi untuk menghindari pertumbuhan bakteri. Sebaiknya pilih pembalut yang berbahan lembut, dapat menyerap dengan baik, tidak mengandung bahan yang bikin alergi (misalnya parfum atau gel), dan merekat dengan baik pada pakaian dalam. 


3. Memilih pakaian dalam
Selain harus sering ganti secara teratur, kita juga perlu memilih pakaian dalam yang baik. Pakaian dalam (celana dalam dan BH) yang baik adalah yang berbahan alami (katun) karena dapat menyerap keringat. Bahan sintetis seperti nilon akan membuat kita kegerahan dan membuat vagina menjadi lembap sehingga bakteri dan jamur mudah berkembang biak.
Ukuran celana dalam juga perlu jadi pertimbangan. Jangan pilih celana dalam yang terlalu ketat atau terlalu longgar.
Untuk BH, sama saja, pilih yang terbuat dari bahan yang nyaman dan ukurannya sesuai dengan ukuran payudara kita-ada yang pakai kawat (wire bra) yang bisa menyangga payudara atau dengan lapisan busa yang tebal agar payudaranya tampak lebih berisi dan baju yang dipakai tampak lebih rapi. Tapi ada juga yang malah terganggu dengan adanya kawat ini atau gerah karena busanya terlalu tebal. Semua terserah kita, yang penting nyaman.

Buat Cowok…

Pada prinsipnya, perawatan kesehatan organ reproduksi cowok hampir sama dengan perawatan organ reproduksi cewek. Beberapa hal yang perlu dilakukan cowok untuk menjaga kebersihan organ reproduksinya, antara lain:
• Kalau tidak disunat, kita harus lebih teliti sewaktu membersihkan setiap sudut organ reproduksi agar bakteri tak sempat berkembang biak di sana. Bakteri nakal itu dapat mengakibatkan infeksi, lho.
Pada penis yang disunat, kepala penis berada dalam keadaan terbuka sehingga tidak memerlukan usaha khusus untuk membersihkannya.
• Sesudah mencucinya, jangan lupa dikeringkan dengan handuk atau lap sebelum memakai celana kembali. Hal ini penting untuk mencegah timbulnya jamur yang menimbulkan rasa gatal di sekitar alat kelamin karena jamur sangat mudah tumbuh di daerah yang lembap.

Kesehatan Reproduksi Perempuan

8:28 AM 0
Kesehatan Reproduksi Perempuan
Kesehatan Reproduksi Perempuan
1. Apakah kesehatan reproduksi itu ?
Reproduksi adalah proses melanjutkan keturunan.

2. Apakah kesehatan reproduksi itu ?
Kesehatan reproduksi adalah keadaan sehat secara menyeleluruh mencakup fisik, mental dan kehidupan sosial,yang berkaitan dengan alat,fungsi serta proses reproduksi. Dengan demikian keseatan reproduksi bukan hanya kondisi bebas dari penyakit,melainkan bagaimana seseorang dapat memiliki kehidupan seksual yang aman dan memuaskan sebelum menikah dan sesudah menikah.

3. Apakah alat-alat reproduksi itu ?
Alat reproduksi adalah bagian-bagian tubuh kita yang berfungsi dalam melanjutkan keturunan .Alat reproduksi perempuan berbeda dengan alat reproduksi laki-laki.

4. Apa yang disebut alat reproduksi perempuan ?
Alat reproduksi perempuan terdiri dari bagian luar (dapat dilihat karena di permukaan tubuh ) dan bagian dalam (yang tidak terlihat karena letaknya di rongga panggul )

5. Apa yang disebut alat reproduksi perempuan bagaian luar dan apa fungsinya ?
Alat reproduksi perempuan bagian luar fungsinya :
- Bibir kemaluyan/labia mayora,daerah yang berambut,berfungsi sebagai pelindung dan menjaga agar bagian dalam tetap lembab.
- Bibir dalam kemaluan/labia minora ,daerah yang tidak berambut dan terdapat jaringan serat sensorik yang luas membuat labia minora menjadi daerah yang peka..
- Kelentit/clitoris merupakan bagian yang sangat peka karena mengandung ujung syaraf.
- Vagina merupakan rongga penghubung alat penghubungalat reproduksi perempuan bagian luar dan dalam

6. Apakah yang disebut alat reproduksi perempuan ,bagian dalam dan apa fungsinya ?
- Vagina ,merupakan jalan keluar bagi darah haid,dan jalan keluar waktu bayi lahir (bersifat sangat lentur sehingga bayi dapat keluar melalui vagina )
- Leher rahim /cervix, merupakan penghubung antara vagina dan rahim.
- Rahim/uterus,tempat dimana sel telur sudah dibuahi tumbuh di rahim selama kehamilan.
- Kalau telur tidak dibuahi,sel telur menempel ke dinding rahim, selanjutnya dinding rahim menebal lalu luruh dan mengalir keluar dalam bentuk darah. Inilah yang disebut haid (menstruasi )
- Saluran telur/tuba falopii,berupa dua saluran yang terletak sebelah kanan dan kiri rahim, berfungsi sebagai penghubung rongga rahim dan indung telur.
- Dua bua indung telur(ovarium ) berfungsi memproduksi sel telur dan hormon perempuan yaitu estrogen dan progestrone. Atas pengaruh hormon satu sampai dua sel telur masak setiap bulan,lalu dilepaskan ke dinding rahim. Dinding rahim akan menebal ,yang sebetulnya berguna sebagai tempat sel telur bersarang setelah dibuahi.

7 Apakah tanda-tanda kematangan alat reproduksi perempuan ?
Kematangan alat reproduksi perempuan ditandai oleh terjadinya haiod pertama,yang disebut menarche Ada pula yang menyebut,bahwa remaja perempuan itu sudah akil baligh,yang biasanya dimulai sekitar umur 8-12 tahun Kalau engkau sudah mengalami menarche,berarti tubuhmu sudah menghasilkan sel telur yang bisa dibuahi sperma,yang dihasilkan oleh tubuh laki-laki. Dengan demikian, bila terjadi hubungan seksual,walaupun hanya sekali memungkinkan terjadinya kehamilan. Perlu engkau ketahui,kehamilan juga dapat terjadi tanpa masuknya penis laki-laki ke dalam vagina perempuan. Misalnya dengan berpacaran secara berlebihan,sehingga sperma laki-laki yang biasanya menyemprot keluar berhasil masuk ke dalam vagina perempuan.                                                             *****(Sumber : Dep.Kes.RI/WS-01 )







Saturday, March 3, 2018

Tugas Esai Askeb Komunitas

7:27 AM 0
Tugas Esai Askeb Komunitas
PERAN BIDAN SEBAGAI PROFESI DI DALAM KOMUNITAS 

Dengan perjalanan panjang, kebidanan kian berkembang dalam masyarakat. Berkaitan dengan profesi, bidan dipandang sebagai sebuah profesi yang keberadaannya telah di akui baik nasional maupun internasional, dan telah tersebar diseluruh dunia. Seringkali terdengar, bidan merupakan profesi yang berada digaris terdepan dalam pelayanan kesehatan khususnya dalam pelayanan kesehatan reproduksi yang sangat diperlukan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak didalam suatu komunitas. Profesi bidan inipun dapat berdiri sendiri dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat khususnya pertolongan persalinan normal. Pada kenyataannya tentu saja tidak semudah seperti kata-kata yang seringkali terdengar seperti tulisan diatas. Butuh suatu upaya yang maksimal, tidak hanya pada satu pihak, tetapi membutuhkan suatu sinergi yang baik antara pemerintah dan tenaga kesehatan profesional terkait serta keterlibatan masyarakat untuk mencapai tujuan bersama.

Sehubungan dengan tugas bidan, seorang bidan dituntut harus mampu mengawasi, memelihara dan memberikan masukan kepada wanita sejak hamil sampai melahirkan, serta perawatan lanjut pada bayi dan anak-anak. Bidan pun mempunyai tugas penting dalam memberikan konseling, informasi, serta edukasi dan ini tidak hanya disampaikan kepada klien saja, tetapi juga kepada keluarga dan komunitasnya. Sebab keberhasilan suatu tindakan terutama kesehatan didalam suatu komunitas tidak hanya memperbaiki keadaan pada satu pihak tetapi memperbaiki keadaan lingkungannya juga sangat penting. Terlebih perilaku dan sosial budaya yang berpengaruh pada pelayanan kebidanan komunitas. Perilaku ini meliputi seluruh perilaku baik perorangan ataupun masyarakat yang dapat memberi akibat pada kesehatan. Dan perilaku seperti ini dapat dipengaruhi oleh pengetahuan, kepercayaan dan kebiasaan masyarakat yang dapat mengganggu kesehatan. Hal ini dapat timbul karena adanya keterbatasan-keterbatasan dalam masyarakat seperti ekonomi, keterbatasan informasi dapat disebabkan karena keterbatasan fasilitas ataupun kesulitan akses yang tersedia akibat kendala geografis yang ada pada suatu tempat tertentu.

Bidan di komunitas artinya bidan tersebut bekerja diluar institusi pelayanan kesehatan tetapi lingkup kerja di masyarakat dilakukan dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah. Terlebih bidan bekerja pada komunitas masyarakat yang kebanyakan pada taraf kesejahteraan menengah kebawah dengan tingkat kepercayaan cukup tinggi terhadap adat istiadat serta budaya yang telah melekat dalam kehidupan sehari-hari dan terkadang kurang masuk akal bahkan merugikan kesehatan terutama berkaitan dengan kesehatan reproduksi wanita termasuk dalam menghadapi proses kehamilan, persalinan, serta nifas. Oleh karena itu, berdasarkan peranan bidan yang vital itulah seorang bidan harus mempunyai kealian yang berkualitas tidak hanya dalam praktek klinik kebidanan tetapi juga kemampuan bersosialisasi yang baik terhadap komunitasnya dalam rangka meningkatkan advokasi masyarakat untuk peduli terhadap kesehatan.

Terkait dengan tugas bidan, bidan mempunyai filosofi bahwa proses kehamilan dan persalinan adalah proses yang alamiah dan fisiologis, sehingga asuhan asuhan yang harus diberikan pun adalah asuhan yang meminimalkan intervensi dan sesuai dengan kebutuhan. Pada kebidanan komunitas lingkup kegiatan atau praktek terdiri dari ante natal care, pertolongan persalinan atau intra natal care, asuhan ibu nifas dan bayi baru lahir serta balita, upaya promotif dan preventif, pemberdayaan masyarakat terutama wanita, serta pelayanan kelurga berencana. Tetapi, meskipun dikatakan demikian bidan juga perlu membuka pikiran bahwa kehamilan dan persalinan merupakan suatu hal yang bukan tanpa risiko. Bagaimanapun kehamilan dan pesalinan yang alamiah dan fisiologis sekalipun pasti terdapat risiko jika bidan sebagai petugas pelayanan kesehatan khususnya pada wanita memiliki kemampuan klinik yang kurang berkualitas serta kurangnya kerjasama dengan tim masyarakat. Bidan mempunyai tugas penting dalam memberikan bimbingan, asuhan dan penyuluhan kepada ibu hamil mengenai persalinan, nifas dan menolong persalinan dengan tanggung jawab serta memberi asuhan pada bayi baru lahir. Oleh karena itu, kebutuhan dan tuntutan terhadap perlunya penyempurnaan pelayanan terasa sangat penting.

Mahasiswa kebidananpun dirasakan sangat perlu mempelajari bagaimana mengaplikasikan ilmu-ilmu yang sudah didapatkan dari pendidikan bidan yang terdiri dari multidisiplin ilmu termasuk didalamnya bagaimana menerapkan kemampuan yang sudah didapatkan untuk pelayanan bidan pada suatu komunitas. Disamping pertolongan secara kemanusiaan, pengembangan tentang kebidanan juga dimaksudkan untuk menekan risiko kematian. Sebab, seperti yang sudah disinggung diatas walaupun perkembangan kebidanan sudah mulai terbuka, masyarakat masih banyak mengembangkan kepercayaan dan kebiasaan lama, khususnya tradisi menggunakan jasa dukun paraji saat hamil, bersalin, hingga nifas. Contoh lainnya seperti pada perilaku seputar menyusui, perilaku membuang colostrums yaitu ASI pertama kali keluar dianggap sebagai susu basi sehingga susu tersebut dibuang, padahal didalam colostrums mengandung zat-zat penting untuk tubuh bayi, pemberian makanan tambahan sebelum usia bayi 6 bulan, hal ini dapat memudahkan bayi terkena radang saluran pencernaan, dan masih banyak contoh lainnya. Hal ini dapat terjadi dikarenakan ketidaktahuan dan terbatasnya informasi serta ketaatan pada tradisi dan budaya yang sudah melekat di kehidupan sehari-hari. Ada suatu hal yang menarik mengapa masyarakat pedesaan masih banyak menggunakan jasa dukun paraji dibandingkan bidan. Mereka yang lebih percaya dan merasa lebih nyaman dengan dukun paraji memberikan alasan seperti, selain seorang dukun paraji sudah banyak mempunyai pengalaman dan relative lebih murah ternyata mereka pun bisa lebih perhatian dan bisa memberikan pelayanan dengan tuntas melalui kunjungan rutinnya pasca lahir tidak hanya kepada ibu tetapi juga terhadap bayi, walaupun dengan pengetahuan terbatas yang hanya didapat dari tradisi turun-temurun. Bidan sebetulnya bisa mengambil pengalaman seorang dukun paraji bila bekerja pada suatu komunitas. Bidan dapat belajar bagaimana menghadapi masyarakat untuk dapat melakukan pendekatan-pendekatan kesehatan, misalnya melalui penyuluhan-penyuluhan dengan mengajak sang dukun untuk bertukar pendapat, sehingga paling tidak dalam memberikan suatu tindakan bidan dapat meminimalisir kesalahpahaman pada masyarakat misalnya dalam hal budaya ataupun adat istiadat pada wilayah tertentu tempat bidan bekerja. Selain itu, mungkin seorang bidan dapat menerapkan beberapa hal yang bisa membuat klien pada saat berada disamping bidan dapat merasa nyaman. Tidak merasa terpaksa tetapi masyarakat dapat dengan berbesar hati menerima masukan-masukan dari bidan. Belajar untuk dapat empati dengan klien atau paling tidak mencoba memahami klien apa yang sedang ia inginkan. Atau mungkin melakukan diskusi tentang masalah-masalah yang berpotensi menghambat diri klien untuk memperhatikan kesehatan dirinya sendiri.

Tidak hanya ini kendala yang ada, kesadaran para muda-mudi dan pasangan usia subur tentang kesehatan reproduksi mereka sendiri pun masih kurang. Terlebih pada wilayah-wilayah yang kurang tentang informasi-informasi kesehatan, seperti di kawasan pedesaaan. Dalam hal ini tenaga kesehatan seperti bidan sangat dibutuhkan untuk memberikan penyuluhan-penyuluhan tentang kesehatan reproduksi kepada mereka. Tetapi menjadi profesi menjadi bidan desa bukanlah suatu hal yang mudah, tidak hanya keahlian yang berkualitas tetapi persiapan secara fisik dan mental, serta financial pun sangat diperlukan. Tak hanya sampai disitu, perlu juga ditanamkan niat yang kuat, tulus, dan ikhlas dalam bekerja. Hal ini tidak boleh terlewatkan. Yang pasti bidan dalam mencapai tujuan perlu menyusun perencanaan yang baik dan matang tetapi tetap disesuaikan dengan kondisi ataupun keadaan yang ada di masyarakat tersebut. Inilah yang akan dihadapi oleh seorang bidan dalam pengabdiannya pada masyarakat. Bukan tugas yang ringan memang, tapi keikhlasan dalam bekerja disertai upaya dan juga doa bukan hal mustahil jika bidan mampu menghadapi tantangan-tantangan yang ada dalam bekerja.





Friday, March 2, 2018

EMBRIOLOGI DALAM AL-QURAN

5:20 PM 0
EMBRIOLOGI DALAM AL-QURAN
Seorang ahli embriologi dari Amerika, kagum bahwa Al Quran memuat masalah pertumbuhan janin jauh sebelum ilmu pengetahuan menemukannya. Itulah yang membuatnya kemudian memilih muslim. Ketika Dr. Keith L. Moore, ahli embriologi terkenal dari Amerika membaca suatu tulisan bahwa dalam Al Quran, memuat ihwal pertumbuhan janin dari masa pembuahan hingga lahir, ia memang sulit percaya. Sebab, menurutnya, pengetahuan embriologi baru dikenal belakangan, terutama sejak diketemukannya mikroskop dan piranti-piranti canggih ilmu kedokteran modern lainnya. Tapi ketika doktor dari Toronto, Kanada, itu kemudian membaca dan mempelajarinya apa yang ia herankan dari Al Quran, ia berbalik terkagum-kagum. Benar, dalam Al Quran, diakuinya memuat ayat-ayat yang berbicara tentang embriologi secara lengkap dan tuntas.

“Apa yang tercantum dalam Al Quran itu sungguh tidak mungkin terjangkau oleh pengetahuan medis pada abad ketujuh Masehi. Ini suatu mukjizat,” katanya. Berdasarkan itulah, antara lain, membuat Dr. Keith L. Moore kemudian memutuskan untuk menganut agama Islam, menjadi seorang muslim.

Kini Dr. Keith L. Moore ikut aktif menangani publikasi Perhimpunan Medika Islam Amerika Utara, Downers Grove, Illinois, USA. Ia adalah seorang ahli embriologi dari Toronto, Kanada. Pada ulang tahun ke-18 Perhimpunan Medika Islam di Niagara Falls, New York, muallaf yang relatif belum lama menjadi muslim itu mengatakan bahwa referensi tentang perkembangan dan reproduksi manusia tersebar di berbagai ayat Al Quran. Sejalan dengan perjalanan ilmu pengetahuan yang merayap terlalu lambat, arti ayat-ayat tersebut baru bisa ditafsirkan semestinya pada masa-masa belakangan.

Dimulai dari surah 39 Azzumar ayat 6, keyakinan Dr. Keith L. Moore itu berdasarkan tempat pijaknya dengan kokoh. Ayat itu berbunyi:

“Dia menciptakan kamu dari satu makhluk lalu dijadikan-Nya dari makhluk itu pasangannya. (Dan Dia menurunkan untukmu delapan pasang binatang ternak). Dia membentuk kamu dalam perut ibu-ibumu melalui tahap-tahap penciptaan dalam tiga lipat kegelapan (kegelapan dalam perut, dalam rahim, dan dalam selaput yang menutupi janin). Itulah Allah, Tuhanmu, yang memiliki kekuasaan, tiada tuhan selain Dia. Jadi mengapakah kamu berpaling ?”


Diteruskan dengan menelusuri surah 23 al Mukminun ayat 13 dan 14, “Kemudian Kami tempatkan dia sebagai setitik bibit dalam penyimpanan yang kuat. Lalu bibit itu Kami jadikan segumpal darah, Kami bentuk pula gumpalan darah itu menjadi segumpal daging, dan dari gumpalan daging itu Kami jadikan lagi tulang-belulang, dan tulang-belulang itu Kami bungkus dengan daging, dari situlah Kami ciptakan makhluk yang lain. Maka sucikanlah Allah sebagai Pencipta paling baik.”

Berikutnya, Dr. Keith L. Moore membacakan ayat 5 dari surah ke-22. Di sana Allah berfirman, “Wahai manusia, apabila kamu ragu-ragu mengenai Hari Kebangkitan, ingatlah, Kami ciptakan kamu dari debu , lalu dari setetes nutfah, lalu dari segumpal daging, yang telah berbentuk maupun yang belum berbentuk, supaya menjadi jelas bagimu. Lantas Kami mukimkan di dalam rahim sesuai kehendak Kami hingga waktu yang telah ditentukan. Kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, yang berangsur-angsur mencapai kedewasaan. Ada yang mati muda diantara kamu, ada pula yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, sehingga ia tidak tahu apa-apa lagi terhadap semua yang pernah diketahuinya. Bukankah kamu lihat bumi ini kering, tetapi bila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi ini dengan subur, serta menumbuhkan berbagai tanaman yang indah-indah dari tiap pasangannya.”


Menurut Dr. Moore, illustrasi tentang fetus (embrio yang telah berkembang) di dalam uterus (peranakan), baru muncul pertama kali pada abad 15 M, oleh Leonardo da Vinci. Memang pada abad kedua, Galen pernah menggambarkan tentang plasenta dan selaput-selaput janin dalam buku, “On the Formation of the Foetus”, namun jauh berbeda dengan yang diuraikan pada abad ketujuh Masehi. Dan kala itu, para ahli kedokteran telah mengetahui bahwa embrio manusia berkembang di dalam uterus. Tetapi tidak seorangpun mengetahui bahwa perkembangan tersebut berlangsung secara bertahap. Malah pada abad kelima belas pun belum didiskusikan, apalagi digambarkan. Setelah mikroskop ditemukan oleh Leeuwenhook pada abad keenam belas, barulah uraian tentang tahap-tahap permulaan embrio ayam mulai diselidiki para ahli.

Pengetahuan mengenai pentahapan embrio manusia tidak terbayangkan hingga abad 20 ketika Streeter (1941) dan O’Rahilly (1972) mengembangkan sistem pentahapan yang pertama kali. Lebih-lebih, tentang tiga lipat kegelapan, yang ternyata dimaksudkan kepada tiga pelapisan. Yaitu dalam lapisan dinding perut, dinding rahim, dan selaput janin.

Dari pengertian etimologis, sebenarnya “alaqah” yang biasanya diterjemahkan dengan segumpal darah lebih memberat kepada pengisap darah, yaitu lintah. Padahal tidak ada pengumpamaan yang lebih tepat ketika embrio berada pada tahap ini (7-24 hari) selain seperti lintah menggelantung di kulit, baik keadaannya yang seolah menggelantung di dinding uterus, maupun sumber hidupnya. Sebagaimana sumber makanan lintah dari darah manusia yang ditempelinya. Begitu pula janin. Sumber makanannya adalah dari darah sang ibu. Ajaibnya, jika janin dalam tahap ini diperbesar menggunakan mikroskop, bentuknya memang betul-betul menyerupai lintah.

Mengingat pada abad ke-7 itu belum ada mikroskop ataupun lensa pembesar, maka pengetahuan tentang embrio manusia yang mirip lintah itu tidak mungkin berasal dari manusia. Dan siapa lagi, kalau bukan dari Allah ?


REPRODUKSI MANUSIA DALAM AL-QURAN

Adalah tidak mudah untuk mendapatkan ide reproduksi dalam Quran. Kesulitan pertama adalah ayat-ayat yang mengenai soal ini tersebar di seluruh Quran seperti yang kita lihat dalam soal-soal lain. Tetapi soal ini tidak merupakan kesulitan besar. Yang dapat menyesatkan seorang penyelidik adalah soal arti kata (vocabulary).

Pada waktu sekarang terdapat terjemahan-terjemahan dan tafsiran tentang beberapa ayat yang memberi gambaran salah tentang wahyu Quran mengenai hal-hal ilmiah. Kebanyakan terjemahan Quran menyebutkan pembentukan manusia mulai dengan “segumpal darah” dan adherence (rangkaian) . Penjelasan semacam itu sangat tak dapat diterima oleh seorang spesialis.. Manusia bukan begitu asal mulanya. Dalam ayat-ayat yang membicarakan menetapnya telur dalam uterus (rahim) wanita, kita akan melihat kesalahan ahli-ahli keislaman yang tidak mengetahui soal-soal ilmiah.

Keadaan semacam itu meyakinkan kita akan pentingnya perpaduan antara pengetahuan bahasa dan pengetahuan ilmiah agar dapat mengerti makna ayat Quran yang membicarakan reproduksi.

Quran menandaskan transformasi terus-menerus yang dialami oleh embrio dalam uterus (rahim) si ibu.

Q.S.82 ayat 6-7:“Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah, yang telah membentuk kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang.”

Q.S.71 ayat 13-14:“Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah ? Padahal Dia sesungguhnya telah membentuk kamu dalam beberapa tingkatan kejadian.”

Disamping pernyataan yang sangat umum, teks Quran menarik perhatian kita mengenai soal-soal teks reproduksi, yang dapat kita kelompokkan sebagai berikut:

1. Setitik cairan yang menyebabkan terjadinya pembuahan (fecondation)

2. Kompleksitas cairan pembuah

3. Penanaman (nidasi) telur yang dibuahi dalam rahim

4. Perkembangan (evolusi) embrio

Materi Diagnosa Kehamilan

4:18 PM 0
Materi Diagnosa Kehamilan

DIAGNOSA KEHAMILAN

Hasil gambar untuk diagnosa kehamilan

Kehamilan matur (cukup bulan) berlangsung kira-kira 40 minggu (280 hari) dan tidak lebih dari 43 minggu (300 hari). Kehamilan yang berlangsung antara 28 dan 37 minggu disebut kehamilan prematur sedangkan kehamilan yang lebih 43 minggu disebut kehamilan postmatur.

Menurut usia kehamilan, kehamilan dibagi menjadi :
1. Kehamilan trimester pertama (0-14 minggu)
2. Kehamilan trimester kedua (14-28 minggu)
3. Kehamilan trimester ketiga (28-42 minggu)

Gejala kehamilan tidak pasti :
- Amenore (tidak mendapat haid)
   Penting diketahui tanggal dari hari pertama mendapat haid terakhir untuk
   menentukan usia kehamilan dan taksiran partus. Rumus taksiran partus menurut
   Naegele bila siklus haid sekitar 28 hari adalah tanggal dijumlah 7 sedangkan
   bulan dikurangi 3.
- Nausea (enek) dengan atau tanpa vomituus (muntah)
   Sering terjadi pagi hari pada bulan-bulan pertama kehamilan, disebut morning
   sickness.
- Mengidam (menginginkan makanan atau miinuman tertentu)
- Konstipasi / obstipasi
   Ini disebabkan terjadinya penurunan peristaltik usus oleh hormon steroid.
- Sering kencing
   Terjadi karena kandung kemih pada bulan-bulan pertama kehamilan tertekan
   oleh uterus yang mulai membesar. Gejala ini akan berkurang perlahan-lahan lalu
   timbul lagi pada akhir kehamilan.
- Pingsan dan mudah lelah
   Pingsan sering dijumpai bila berada di tempat ramai pada bulan-bulan pertama
   kehamilan lalu hilang setelah kehamilan 18 minggu.
- Anoreksia (tidak ada nafsu makan).

Tanda kehamilan tidak pasti :
- Pigmentasi kulit
   Terjadi kira-kira minggu ke-12 atau lebih di daerah pipi, hidung dan dahi akibat
   pengaruh hormon plasenta yang merangsang melanofor dan kulit. Ini dikenal
   sebagai kloasma gravidarum.
- Leukore
   Sekret serviks meningkat karena pengaruh peningkatan hormon progesteron.
- Epulis (hipertrofi papila gingiva)
   Sering terjadi pada trimester pertama kehamilan.
- Perubahan payudara
   Payudara menjadi tegang dan membesar karena pengaruh estrogen dan
   progesteron yang merangsang duktuli dan alveoli payudara. Daerah areola
   menghitam karena deposit pigmen berlebihan. Terdapat kolostrum pada
   kehamilan lebih 12 minggu.
- Pembesaran abdomen
   Jelas terlihat setelah kehamilan 14 minggu.
- Suhu basal meningkat terus 37,2-37,8 dderajat selsius
- Perubahan organ-organ dalam pelvik :
   a. Tanda Chadwick : vagina livid, terjadi pada kehamilan kira-kira 6 minggu.
   b. Tanda Hegar : segmen bawah uterus lembek pada perabaan.
   c. Tanda Piscaseck : uterus membesar ke salah satu jurusan.
   d. Tanda Braxton-Hicks : uterus berkontraksi saat dirangsang. Tanda uterus ini
       khas pada masa kehamilan.
- Tes kehamilan

Tes kehamilan :
- Yang banyak dipakai adalah pemeriksaann hormon korionik gonadotropin (hCG)
   dalam urin.
- Dasarnya adalah reaksi antigen-antiboddi dengan hCG sebagai antigen.
- Cara yang banyak digunakan adalah hemaaglutinasi.
- Kadar terendah yang dapat terdeteksi aadalah 50 iu/L.
- hCG dapat ditemukan pada hari pertama  haid tidak datang.
- Tes yang dikenal antara lain Test Packk Plus hCG-Urine, Sure Step / Sure Strip,
   Evatest, Event test, RST-hCG, Beta Gravindex, dsb.
- Hasil positif palsu dapat diperoleh paada penyakit trofoblas ganas.
- Dulu, reaksi yang biasa digunakan antaara lain reaksi Galli-Mainini, Friedman dan
   Ascheim-Zondek.

Tanda pasti kehamilan :
- Terasa bagian janin dan balotemen sertta gerak janin pada palpasi.
- Terdengar bunyi jantung janin (BJJ) paada auskultasi. BJJ dapat terdengar saat
   menggunakan stetoskop Laennec pada mulai kehamilan 18-20 minggu
   sedangkan Doppler pada mulai 12 minggu.
- Terlihat gambaran janin dengan menggunnakan ultrasonografi (USG) atau scanning.
- Tampak kerangka janin pada pemeriksaann sinar X. Sekarang tidak digunakan
   karena dampak radiasi terhadap janin.

Diagnosa banding kehamilan antara lain :
- Pseudosiesis, yaitu adanya gejala-gejaala seperti hamil karena adanya keinginan
   kuat untuk hamil pada seorang wanita.
- Sistoma ovarii
- Mioma uteri
- Vesika urinaria dengan retensi urin
- Menopause.

Sumber :
 Kapita Selekta Kedokteran. Editor Mansjoer Arif (et al.) Ed. III, cet. 2. Jakarta : Media Aesculapius. 1999.

Materi Kuliah Askeb 1 Kehamilan

7:48 AM 0
Materi Kuliah Askeb 1 Kehamilan


Kehamilan dipengaruhi berbagai hormon : estrogen, progesteron, human chorionic gonadotropin, human somatomammotropin, prolaktin dsb.
Human Chorionic Gonadotropin (hCG) adalah hormon aktif khusus yang berperan selama awal masa kehamilan, berfluktuasi kadarnya selama kehamilan.
Terjadi perubahan juga pada anatomi dan fisiologi organ-organ sistem reproduksi dan organ-organ sistem tubuh lainnya, yang dipengaruhi terutama oleh perubahan keseimbangan hormonal tersebut.

PERUBAHAN PADA ORGAN-ORGAN SISTEM REPRODUKSI

Uterus
Tumbuh membesar primer, maupun sekunder akibat pertumbuhan isi konsepsi intrauterin. Estrogen menyebabkan hiperplasi jaringan, progesteron berperan untuk elastisitas / kelenturan uterus.
Taksiran kasar perbesaran uterus pada perabaan tinggi fundus :
- tidak hamil / normal : sebesar telur ayam (+ 30 g)
- kehamilan 8 minggu : telur bebek
- kehamilan 12 minggu : telur angsa
- kehamilan 16 minggu : pertengahan simfisis-pusat
- kehamilan 20 minggu : pinggir bawah pusat
- kehamilan 24 minggu : pinggir atas pusat
- kehamilan 28 minggu : sepertiga pusat-xyphoid
- kehamilan 32 minggu : pertengahan pusat-xyphoid
- 36-42 minggu : 3 sampai 1 jari bawah xyphoid

Gambar terkait

Ismus uteri, bagian dari serviks, batas anatomik menjadi sulit ditentukan, pada kehamilan trimester I memanjang dan lebih kuat. Pada kehamilan 16 minggu menjadi satu bagian dengan korpus, dan pada kehamilan akhir di atas 32 minggu menjadi segmen bawah uterus. Vaskularisasi sedikit, lapis muskular tipis, mudah ruptur, kontraksi minimal
à berbahaya jika lemah, dapat ruptur, mengancam nyawa janin dan nyawa ibu.
Serviks uteri mengalami hipervaskularisasi akibat stimulasi estrogen dan perlunakan akibat progesteron (
à tanda Hegar), warna menjadi livide / kebiruan.
Sekresi lendir serviks meningkat pada kehamilan memberikan gejala keputihan.

Vagina / vulva
Terjadi hipervaskularisasi akibat pengaruh estrogen dan progesteron, warna merah kebiruan (tanda Chadwick).

Ovarium
Sejak kehamilan 16 minggu, fungsi diambil alih oleh plasenta, terutama fungsi produksi progesteron dan estrogen. Selama kehamilan ovarium tenang/beristirahat. Tidak terjadi pembentukan dan pematangan folikel baru, tidak terjadi ovulasi, tidak terjadi siklus hormonal menstruasi.

Payudara
Akibat pengaruh estrogen terjadi hiperplasia sistem duktus dan jaringan interstisial payudara. Hormon laktogenik plasenta (diantaranya somatomammotropin) menyebabkan hipertrofi dan pertambahan sel-sel asinus payudara, serta meningkatkan produksi zat-zat kasein, laktoalbumin, laktoglobulin, sel-sel lemak, kolostrum. Mammae membesar dan tegang, terjadi hiperpigmentasi kulit serta hipertrofi kelenjar Montgomery, terutama daerah areola dan papilla akibat pengaruh melanofor. Puting susu membesar dan menonjol.


PENINGKATAN BERAT BADAN SELAMA HAMIL
Normal berat badan meningkat sekitar 6-16 kg, terutama dari pertumbuhan isi konsepsi dan volume berbagai organ / cairan intrauterin.
Berat janin + 2.5-3.5 kg, berat plasenta + 0.5 kg, cairan amnion + 1.0 kg, berat uterus + 1.0 kg, penambahan volume sirkulasi maternal + 1.5 kg, pertumbuhan mammae + 1 kg, penumpukan cairan interstisial di pelvis dan ekstremitas + 1.0-1.5 kg.

PERUBAHAN PADA ORGAN-ORGAN SISTEM TUBUH LAINNYA

Sistem respirasi
Kebutuhan oksigen meningkat sampai 20%, selain itu diafragma juga terdorong ke kranial
à terjadi hiperventilasi dangkal (20-24x/menit) akibat kompliansi dada (chest compliance) menurun. Volume tidal meningkat. Volume residu paru (functional residual capacity) menurun. Kapasitas vital menurun.

Sistem gastrointestinal
Estrogen dan hCG meningkat dengan efek samping mual dan muntah-muntah, selain itu terjadi juga perubahan peristaltik dengan gejala sering kembung, konstipasi, lebih sering lapar / perasaan ingin makan terus (mengidam), juga akibat peningkatan asam lambung. Pada keadaan patologik tertentu dapat terjadi muntah-muntah banyak sampai lebih dari 10 kali per hari (hiperemesis gravidarum).

Sistem sirkulasi / kardiovaskular
Perubahan fisiologi pada kehamilan normal, yang terutama adalah perubahan HEMODINAMIK maternal, meliputi :
- retensi cairan, bertambahnya beban volume dan curah jantung
- anemia relatif
- akibat pengaruh hormon, tahanan perifer vaskular menurun
- tekanan darah arterial menurun
- curah jantung bertambah 30-50%, maksimal akhir trimester I, menetap sampai akhir kehamilan
- volume darah maternal keseluruhan bertambah sampai 50%
- volume plasma bertambah lebih cepat pada awal kehamilan, kemudian bertambah secara perlahan sampai akhir kehamilan
Pada trimester pertama, terjadi :
- penambahan curah jantung, volume plasma dan volume cairan ekstraselular, disertai peningkatan aliran plasma ginjal dan laju filtrasi glomerulus
- penambahan / retensi air dan natrium yang dapat ditukar di dalam tubuh, peningkatan TBW / total body water
- akibatnya terjadi aktifasi sistem renin-angiotensin dan penurunan ambang osmotik untuk pelepasan mediator vasopresin dan stimulasi dahaga.
- akibatnya pula terjadi penurunan konsentrasi natrium dalam plasma dan penurunan osmolalitas plasma, sehingga terjadi edema pada 80% wanita yang hamil.
Terjadi peningkatan volume plasma sampai 25-45%, dengan jumlah eritrosit meningkat hanya sedikit (kadar hemoglobin menurun akibat anemia relatif). Cardiac output meningkat sampai 20-40%. Resistensi perifer juga menurun, sering tampak sebagai varisces tungkai. Leukosit meningkat sampai 15.000/mm3, akibat reaksi antigen-antiibodi fisiologik yang terjadi pada kehamilan. Infeksi dicurigai bila leukosit melebihi 15.000/mm3. Trombosit meningkat sampai 300.000-600.000/mm3, tromboplastin penting untuk hemostasis yang baik pada kehamilan dan persalinan. Fibrinogen juga meningkat 350-750 mg/dl (normal 250-350 mg/dl). Laju endap darah meningkat. Protein total meningkat, namun rasio albumin-globulin menururn karena terjadi penurunan albumin alfa-1, alfa-2 dan beta diikuti peningkatan globulin alfa-1, alfa-2 dan beta. Faktor-faktor pembekuan meningkat.

Metabolisme
Basal metabolic rate meningkat sampai 15%, terjadi juga hipertrofi tiroid. Kebutuhan karbohidrat meningkat sampai 2300 kal/hari (hamil) dan 2800 kal/hari (menyusui). Kebutuhan protein 1 g/kgbb/hari untuk menunjang pertumbuhan janin. Kadar kolesterol plasma meningkat sampai 300 g/100ml. Kebutuhan kalsium, fosfor, magnesium, cuprum meningkat. Ferrum dibutuhkan sampai kadar 800 mg, untuk pembentukan hemoglobin tambahan.
Khusus untuk metabolisme karbohidrat, pada kehamilan normal, terjadi kadar glukosa plasma ibu yang lebih rendah secara bermakna karena :
- ambilan glukosa sirkulasi plasenta meningkat,
- produksi glukosa dari hati menurun
- produksi alanin (salah satu prekursor glukoneogenesis) menurun
- aktifitas ekskresi ginjal meningkat
- efek hormon-hormon gestasional (human placental lactogen, hormon2 plasenta lainnya, hormon2 ovarium, hipofisis, pankreas, adrenal, growth factors, dsb).
Selain itu terjadi juga perubahan metabolisme lemak dan asam amino. Terjadi juga peningkatan aktifitas enzim-enzim metabolisme pada umumnya

Traktus urinarius
Ureter membesar, tonus otot-otot saluran kemih menururn akibat pengaruh estrogen dan progesteron. Kencing lebih sering (poliuria), laju filtrasi meningkat sampai 60%-150%. Dinding saluran kemih dapat tertekan oleh perbesaran uterus, menyebabkan hidroureter dan mungkin hidronefrosis sementara.
Kadar kreatinin, urea dan asam urat dalam darah mungkin menurun namun hal ini dianggap normal.

Kulit
Peningkatan aktifitas melanophore stimulating hormon menyebabkan perubahan berupa hiperpigmentasi pada wajah (chloasma gravidarum), payudara, linea alba ( linea grisea), striae lividae pada perut, dsb.

Perubahan Psikis
Sikap / penerimaan ibu terhadap keadaan hamilnya, sangat mempengaruhi juga kesehatan / keadaan umum ibu serta keadaan janin dalam kehamilannya.
Umumnya kehamilan yang diinginkan akan disambut dengan sikap gembira, diiringi dengan pola makan, perawatan tubuh dan upaya memeriksakan diri secara teratur dengan baik. Kadang timbul gejala yang lazim disebut “ngidam”, yaitu keinginan terhadap hal-hal tertentu yang tidak seperti biasanya (misalnya jenis makanan tertentu, tapi mungkin juga hal-hal lain)
Tetapi kehamilan yang tidak diinginkan, kemungkinan akan disambut dengan sikap yang tidak mendukung, napsu makan menurun, tidak mau memeriksakan diri secara teratur, bahkan kadang juga ibu sampai melakukan usaha-usaha untuk menggugurkan kandungannya.



Materi Standar Pendidikan Bidan

6:57 AM 0
Materi Standar Pendidikan Bidan

STANDAR PENDIDIKAN BIDAN

Hasil gambar untuk buku dan toga
STANDAR I : LEMBAGA PENDIDIKAN
Lembaga pendidikan kebidanan berada pada suatu institusi pendidikan tinggi.
Definisi Operasional :
Penyelenggara pendidikan kebidanan adalah institusi pendidikan tinggi baik pemerintah maupun swasta sesuai dengan kaidah-kaidah yang tercantum pada sistim pendidikan nasional.

STANDAR II : FALSAFAH
Lembaga pendidikan kebidanan mempunyai falsafah yang mencerminkan visi misi dari institusi yang tercermin pada kurikulum.
Definisi Operasional :
1.   Falsafah mencakup kerangka keyakinan dan nilai-nilai mengenai pendidikan kebidanan dan pelayanan kebidanan.
2.      Penyelenggaraan pendidikan mengacu pada sistim pendidikan nasional Indonesia.

STANDAR III : ORGANISASI
Organisasi lembaga pendidikan kebidanan konsisten dengan struktur administrasi dari pendidikan tinggi dan secara jelas menggambarkan jalur-jalur hubungan keorganisasian, tanggung jawab dan garis kerjasama.
Definisi Operasional :
a.    Struktur organisasi pendidikan kebidanan mengacu pada sistem pendidikan nasional.
b.    Ada kejelasan tentang tata hubungan kerja.
c.    Ada uraian tugas untuk masing-masing komponen pada organisasi.

STANDAR IV : SUMBER DAYA PENDIDIKAN
Sumber daya manusia, finansial dan material dari lembaga pendidikan kebidanan memenuhi persyaratan dalam kualitas maupun kuantitas untuk memperlancar proses pendidikan.
Definisi Operasional :
1.      Dukungan administrasi tercermin pada anggaran dan sumber-sumber untuk program.
2.  Sumber daya teknologi dan lahan praktik cukup dan memenuhi persyaratan untuk mencapai tujuan program.
3.  Persiapan tenaga pendidik dan kependidikan mengacu pada undang-undang sistem pendidikan nasional dan peraturan yang berlaku.
4.   Peran dan tanggung jawab tenaga pendidik dan kependidikan mengacu pada undang-undang dan peraturan yang berlaku.

STANDAR V : POLA PENDIDIKAN KEBIDANAN
Pola pendidikan kebidanan mengacu kepada undang-undang sistem pendidikan nasional, yang terdiri dari :
1.    Jalur pendidikan vokasi
2.    Jalur pendidikan akademik
3.    Jalur pendidikan profesi
Definisi Operasional :
Pendidikan kebidanan terdiri dari pendidikan diploma, pendidikan sarjana, pendidikan profesi dan pendidikan pasca sarjana.

STANDAR VI : KURIKULUM
Penyelenggaraan pendidikan menggunakan kurikulum nasional yang dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang dan organisai profesi serta dikembangkan sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi dan mengacu pada falsafah dan misi dari lembaga pendidikan kebidanan.
Definisi Operasional :
1.  Penyelenggaraan pendidikan berdasarkan pada kurikulum nasional yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen pendidikan nasional dan organisasi profesi serta
2.  Dikembangkan sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi dan mengacu pada falsafah dan misi dari lembaga pendidikan kebidanan. Dalam pelaksanaan pendidikan kurikulum dikembangkan sesuai dengan falsafah dan visi dari institusi pendidikan kebidanan.

STANDAR VII : TUJUAN PENDIDIKAN
Tujuan dan desain kurikulum pendidikan kebidanan mencerminkan falsafah pendidikan kebidanan dan mempersiapkan perkembangan setiap mahasiswa yang berpotensi khusus.
Definisi Operasional :
1. Tujuan pendidikan merupakan dasar bagi pengembangan kurikulum pendidikan, pengalaman belajar dan evaluasi.
2.    Tujuan pendidikan selaras dengan perilaku akhir yang ditetapkan.
3. Kurikulum meliputi kelompok ilmu dasar (alam, sosial, perilaku, humaniora), ilmu biomedik, ilmu kesehatan, dan ilmu kebidanan.
4.    Kurikulum mencerminkan kebutuhan pelayanan kebidanan dan kesehatan masyarakat .
5.    Kurikulum direncanakan sesuai dengan standar praktik kebidanan.
6. Kurikulum kebidanan menumbuhkan profesionalisme sikap etis, kepemimpinan dan manajemen.
7.    Isi kurikulum dikembangkan sesuai perkembangan teknologi mutakhir.

STANDAR VIII : EVALUASI PENDIDIKAN
Organisasi profesi ikut serta dalam program evaluasi pendidikan baik internal maupun eksternal.
Definisi Operasional :
1.    Organisasi profesi merupakan bagian dari badan akreditasi yang berwenang.
2.   Dalam proses evaluasi, organisasi profesi menggunakan institusi pelayanan atau yang terkait dengan lahan praktik kebidanan yang telah diakui oleh pihak yang berwenang.

STANDAR IX : LULUSAN
Lulusan pendidikan bidan mengemban tanggung jawab profesional sesuai dengan tingkat pendidikan.
Definisi Operasional :
1.   Lulusan pendidikan bidan sebelum tahun 2000 dan Diploma III kebidanan, merupakan bidan pelaksana, yang memiliki kompetensi untuk melaksanakan praktiknya baik di institusi pelayanan maupun praktik perorangan.
2.    Lulusan pendidikan bidan setingkat Diploma IV / S1 merupakan bidan professional, yang memiliki kompetensi untuk melaksanakan praktiknya baik di institusi pelayanan maupun praktik perorangan. Mereka dapat berperan sebagai pemberi layanan, pengelola, dan pendidik.
3.  Lulusan pendidikan bidan setingkat S2 dan S3, merupakan bidan profesional, yang memiliki kompetensi untuk melaksanakan praktiknya baik di institusi pelayanan maupun praktik perorangan. Mereka dapat berperan sebagai pemberi layanan, pengelola, pendidik, peneliti, pengembang dan konsultan dalam pendidikan bidan maupun system/ketata-laksanaan pelayanan kesehatan secara universal.
4.  Lulusan program kebidanan, tingkat master dan doktor melakukan praktik kebidanan lanjut, penelitian, pengembangan, konsultan pendidikan dan ketatalaksanaan pelayanan.
5.  Lulusan wajib berperan aktif dan ikut serta dalam penentuan kebijakan dalam bidang kesehatan.
6.    Lulusan berperan aktif dalam merancang dan menyelenggarakan pelayanan kesehatan sebagai tanggapan terhadap perkembangan masyarakat.




Wednesday, February 28, 2018

Standar Kompetensi Bidan

6:59 AM 0
Standar Kompetensi Bidan
Kompetensi ke 1 : Bidan mempunyai persyaratan pengetahuan dan keterampilan dari ilmu-ilmu sosial, kesehatan masyarakat dan etik yang membentuk dasar dari asuhan yang bermutu tinggi sesuai dengan budaya, untuk wanita, bayi baru lahir dan keluarganya.

Pengetahuan dan Keterampilan Dasar

1. Kebudayaan dasar masyarakat di Indonesia.
2. Keuntungan dan kerugian praktik kesehatan tradisional dan modern.
3. Sarana tanda bahaya serta transportasi kegawat-daruratan bagi anggota masyarakat yang sakit yang membutuhkan asuhan tambahan.
4. Penyebab langsung maupun tidak langsung kematian dan kesakitan ibu dan bayi di masyarakat.
5. Advokasi dan strategi pemberdayaan wanita dalam mempromosikan hak-haknya yang diperlukan untuk mencapai kesehatan yang optimal (kesehatan dalam memperoleh pelayanan kebidanan).
6. Keuntungan dan resiko dari tatanan tempat bersalin yang tersedia.
7. Advokasi bagi wanita agar bersalin dengan aman.
8. Masyarakat keadaan kesehatan lingkungan, termasuk penyediaan air, perumahan, resiko lingkungan, makanan, dan ancaman umum bagi kesehatan.
9. Standar profesi dan praktik kebidanan.

Pengetahuan dan Keterampilan Tambahan

1. Epidemiologi, sanitasi, diagnosa masyarakat dan vital statistik.
2. Infrastruktur kesehatan setempat dan nasional, serta bagaimana mengakses sumberdaya yang dibutuhkan untuk asuhan kebidanan.
3. Primary Health Care (PHC) berbasis di masyarakat dengan menggunakan promosi kesehatan serta strategi penvegahan penyakit.
4. Program imunisasi nasional dan akses untuk pelayanan imunisasi.

Perilaku Profesional Bidan
1. Berpegang teguh pada filosofi, etika profesi dan aspek legal.
2. Bertanggung jawab dan mempertanggung jawabkan keputusan klinis yang dibuatnya.
3. Senantiasa mengikuti perkembangan pengetahuan dan keterampilan mutakhir.
4. Menggunakan cara pencegahan universal untuk penyakit, penularan dan strategis dan pengendalian infeksi.
5. Melakukan konsultasi dan rujukan yang tepat dalam memberikan asuhan kebidanan.
6. Menghargai budaya setempat sehubungan dengan praktik kesehatan, kehamilan,kelahiran, periode pasca persalinan, bayi baru lahir dan anak.
7. Menggunakan model kemitraan dalam bekerja sama dengan kaum wanita/ibu agar mereka dapat menentukan pilihan yang telah diinformasikan tentang semua aspek asuhan, meminta persetujuan secara tertulis supaya mereka bertanggung jawab atas kesehatannya sendiri.
8. Menggunakan keterampilan mendengar dan memfasilitasi.
9. Bekerjasama dengan petugas kesehatan lain untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada ibu dan keluarga.
10. Advokasi terhadap pilihan ibu dalam tatanan pelayanan.

PRA KONSEPSI, KB, DAN GINEKOLOGI

Kompetensi ke-2 : Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi, pendidikan kesehatan yang tanggap terhadap budaya dan pelayanan menyeluruh dimasyarakat dalam rangka untuk meningkatkan kehidupan keluarga yang sehat, perencanaan kehamilan dan kesiapan menjadi orang tua.

Pengetahuan Dasar
1. Pertumbuhan dan perkembangan seksualitas dan aktivitas seksual.
2. Anatomi dan fisiologi pria dan wanita yang berhubungan dengan konsepsi dan reproduksi.
3. Norma dan praktik budaya dalam kehidupan seksualitas dan kemampuan bereproduksi.
4. Komponen riwayat kesehatan, riwayat keluarga, dan riwayat genetik yang relevan.
5. Pemeriksaan fisik dan laboratorium untuk mengevaluasi potensi kehamilan yang sehat.
6. Berbagai metode alamiah untuk menjarangkan kehamilan dan metode lain yang bersifat tradisional yang lazim digunakan.
7. Jenis, indikasi, cara pemberian, cara pencabutan dan efek samping berbagai kontrasepsi yang digunakan antara lain pil, suntik, AKDR, alat kontrasepsi bawah kulit (AKBK), kondom, tablet vagina dan tisu vagina.
8. Metode konseling bagi wanita dalam memilih suatu metode kontrasepsi.
9. Penyuluhan kesehatan mengenai IMS, HIV/AIDS dan kelangsungan hidup anak.
10. Tanda dan gejala infeksi saluran kemih dan penyakit menular seksual yang lazim terjadi.

Pengetahuan Tambahan
1. Faktor-faktor yang menentukan dalam pengambilan keputusan yang berhubungan dengan kehamilan yang tidak diinginkan dan tidak direncanakan.
2. Indikator penyakit akut dan kronis yang dipengaruhi oleh kondisi geografis, dan proses rujukan pemeriksaan/pengobatan lebih lanjut.
3. Indikator dan metode konseling/rujukan terhadap gangguan hubungan interpersonal, termasuk kekerasan dan pelecehan dalam keluarga (seks, fisik dan emosi).

Keterampilan Dasar
1. Mengumpulkan data tentang riwayat kesehatan yang lengkap.
2. Melakukan pemeriksaan fisik yang berfokus sesuai dengan kondisi wanita.
3. Menetapkan dan atau melaksanakan dan menyimpulkan hasil pemeriksaan laboratorium seperti hematokrit dan analisa urine.
4. Melaksanakan pendidikan kesehatan dan keterampilan konseling dasar dengan tepat.
5. Memberikan pelayanan KB yang tersedia sesuai kewenangan dan budaya masyarakat.
6. Melakukan pemeriksaan berkala akseptor KB dan melakukan intervensi sesuai kebutuhan.
7. Mendokumentasikan temuan-temuan dari intervensi yang ditemukan.
8. Melakukan pemasangan AKDR.
9. Melakukan pencabutan AKDR dengan letak normal.

Keterampilan Tambahan
1. Melakukan pemasangan AKBK. (Alat Kontrasepsi Bawah Kulit)
2. Melakukan pencabutan AKBK dengan letak normal.

ASUHAN DAN KONSELING SELAMA KEHAMILAN

Kompetensi ke-3 : Bidan memberi asuhan antenatal bermutu tinggi untuk mengoptimalkan kesehatan selama kehamilan yang meliputi: deteksi dini, pengobatan atau rujukan dari komplikasi tertentu.
Pengetahuan Dasar

1. Anatomi dan fisiologi tubuh manusia.
2. Siklus menstruasi dan proses konsepsi.
3. Tumbuh kembang janin dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
4. Tanda-tanda dan gejala kehamilan.
5. Mendiagnosa kehamilan.
6. Perkembangan normal kehamilan.
7. Komponen riwayat kesehatan.
8. Komponen pemeriksaan fisik yang terfokus selama antenatal.
9. Menentukan umur kehamilan dari riwayat menstruasi, pembesaran dan/atau tinggi fundus uteri.
10. Mengenal tanda dan gejala anemia ringan dan berat, hyperemesis gravidarum, kehamilan ektopik terganggu, abortus imminen, molahydatidosa dan komplikasinya, dan kehamilan ganda, kelainan letak serta pre eklamsia.
11. Nilai Normal dari pemeriksaan laboratorium seperti Haemaglobin dalam darah, test gula, protein, acetone dan bakteri dalam urine.
12. Perkembangan normal dari kehamilan: perubahan bentuk fisik, ketidaknyamanan yang lazim, pertumbuhan fundus uteri yang diharapkan.
13. Perubahan psikologis yang normal dalam kehamilan dan dampak kehamilan terhadap keluarga.
14. Penyuluhan dalam kehamilan, perubahan fisik, perawatan buah dada ketidaknyamanan, kebersihan, seksualitas, nutrisi, pekerjaan dan aktifitas (senam hamil).
15. Kebutuhan nutrisi bagi wanita hamil dan janin.
16. Penata laksanaan immunisasi pada wanita hamil.
17. Pertumbuhan dan perkembangan janin.
18. Persiapan persalinan, kelahiran, dan menjadi orang tua.
19. Persiapan keadaan dan rumah/keluarga untuk menyambut kelahiran bayi.
20. Tanda-tanda dimulainya persalinan.
21. Promosi dan dukungan pada ibu menyusukan.
22. Teknik relaksasi dan strategi meringankan nyeri pada persiapan persalinan dan kelahiran.
23. Mendokumentasikan temuan dan asuhan yang diberikan.
24. Mengurangi ketidaknyamanan selama masa kehamilan.
25. Penggunaan obat-obat tradisional ramuan yang aman untuk mengurangi ketidaknyamanan selama kehamilan.
26. Akibat yang ditimbulkan dari merokok, penggunaan alkohol, dan obat terlarang bagi wanita hamil dan janin.
27. Akibat yang ditimbulkan/ditularkan oleh binatang tertentu terhadap kehamilan, misalnya toxoplasmasmosis.
28. Tanda dan gejala dari komplikasi kehamilan yang mengancam jiwa seperti pre-eklampsia, perdarahan pervaginam, kelahiran premature, anemia berat.
29. Kesejahteraan janin termasuk DJJ dan pola aktivitas janin.
30. Resusitasi kardiopulmonary.

Pengetahuan Tambahan
1. Tanda, gejala dan indikasi rujukan pada komplikasi tertentu dalam kehamilan, seperti asma, infeksi HIV, infeksi menular seksual (IMS), diabetes, kelainan jantung, postmatur/serotinus.
2. Akibat dari penyakit akut dan kronis yang disebut diatas bagi kehamilan dan janinnya.

Keterampilan Dasar
1. Mengumpulkan data riwayat kesehatan dan kehamilan serta menganalisanya pada setiap kunjungan/pemeriksaan ibu hamil.
2. Melaksanakan pemeriksaan fisik umum secara sistematis dan lengkap.
3. Melaksanakan pemeriksaan abdomen secara lengkap termasuk pengukuran tinggi fundus uteri/posisi/presentasi dan penurunan janin.
4. Melakukan penilaian pelvic, termasuk ukuran dan struktur tulang panggul.
5. Menilai keadaan janin selama kehamilan termasuk detak jantung janin dengan menggunakan fetoscope (Pinrad) dan gerakan janin dengan palpasi uterus.
6. Menghitung usia kehamilan dan menentukan perkiraan persalinan.
7. Mengkaji status nutrisi ibu hamil dan hubungannya dengan pertumbuhan janin.
8. Mengkaji kenaikan berat badan ibu dan hubungannya dengan komplikasi kehamilan.
9. Memberikan penyuluhan pada klien/keluarga mengenai tanda-tanda berbahaya serta bagaimana menghubungi bidan.
10. Melakukan penatalaksanaan kehamilan dengan anemia ringan, hyperemesis gravidarum tingkat I, abortus imminen dan pre eklamsia ringan.
11. Menjelaskan dan mendemontrasikan cara mengurangi ketidaknyamanan yang lazim terjadi dalam kehamilan.
12. Memberikan immunisasi pada ibu hamil.
13. Mengidentifikasi penyimpangan kehamilan normal dan melakukan penanganan yang tepat termasuk merujuk ke fasilitas pelayanan tepat dari:
a. Kekurangan gizi.
b. Pertumbuhan janin yang tidak adekuat: SGA & LGA.
c. Pre eklamsia berat dan hipertensi.
d. Perdarahan per-vaginam.
e. Kehamilan ganda pada janin kehamilan aterm.
f. Kelainan letak pada janin kehamilan aterm.
g. Kematian janin.
h. Adanya adema yang signifikan, sakit kepala yang hebat, gangguan pandangan, nyeri epigastrium yang disebabkan tekanan darah tinggi.
i. Ketuban pecah sebelum waktu (KPD=Ketuban Pecah Dini).
j. Persangkaan polyhydramnion.
k. Diabetes melitus.
l. Kelainan congenital pada janin.
m. Hasil laboratorium yang tidak normal.
n. Persangkaan polyhydramnion, kelainan janin.
o. Infeksi pada ibu hamil seperti : IMS, vaginitis, infeksi saluran perkemihan dan saluran nafas.

14. Memberikan bimbingan dan persiapan untuk persalinan, kelahiran dan menjadi orang tua.

15. Memberikan bimbingan dan penyuluhan mengenai perilaku kesehatan selama hamil seperti nutrisi, latihan (senam), keamanan dan berhenti merokok.

16. Penggunaan secara aman jamu/obat-obatan tradisional yang tersedia.

Keterampilan Tambahan
1. Menggunakan Doppler untuk memantau DJJ.
2. Memberikan pengobatan dan/atau kolaborasi terhadap penyimpangan dari keadaan normal dengan menggunakan standar local dan sumber daya yang tersedia.
3. Melaksanakan kemampuan Asuhan Pasca Keguguran.

ASUHAN SELAMA PERSALINAN DAN KELAHIRAN

Kompetensi ke-4 : Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi, tanggap terhadap kebudayaan setempat selama persalinan, memimpin selama persalinan yang bersih dan aman, menangani situasi kegawatdaruratan tertentu untuk mengoptimalkan kesehatan wanita dan bayinya yang baru lahir.

Pengetahuan Dasar
1. Fisiologi persalinan.
2. Anatomi tengkorak janin, diameter yang penting dan penunjuk.
3. Aspek psikologis dan cultural pada persalinan dan kelahiran.
4. Indikator tanda-tanda mulai persalinan.
5. Kemajuan persalinan normal dan penggunaan partograf atau alat serupa.
6. Penilaian kesejahteraan janin dalam masa persalinan.
7. Penilaian kesejahteraan ibu dalam masa persalinan.
8. Proses penurunan janinmelalui pelvic selama persalinan dan kelahiran.
9. Pengelolaan dan penatalaksanaan persalinan dengan kehamilan normal dan ganda.
10. Pemberian kenyamanan dalam persalinan, seperti: kehadiran keluarga pendamping, pengaturan posisi, hidrasi, dukungan moril, pengurangan nyeri tanpa obat.
11. Transisi bayi baru lahir terhadap kehidupan diluar uterus.
12. Pemenuhan kebutuhan fisik bayi baru lahir meliputi pernapasan, kehangatan dan memberikan ASI/PASI, eksklusif 6 bulan.
13. Pentingnya pemenuhan kebutuhan emosional bayi baru lahir, jika memungkinkan antara lain kontak kulit langsung, kontak mata antar bayi dan ibunya bila dimungkinkan.
14. Mendukung dan meningkatkan pemberian ASI eksklusif.
15. Manajemen fisiologi kala III.
16. Memberikan suntikan intra muskuler meliputi: uterotonika, antibiotika dan sedative.
17. Indikasi tindakan kedaruratan kebidanan seperti: distosia bahu, asfiksia neonatal, retensio plasenta, perdarahan karena atonia uteri dan mengatasi renjatan.
18. Indikasi tindakan operatif pada persalinan misalnya gawat janin, CPD.
19. Indikator komplikasi persalinan : perdarahan, partus macet, kelainan presentasi, eklamsia kelelahan ibu, gawat janin, infeksi, ketuban pecah dini tanpa infeksi, distosia karena inersia uteri primer, post term dan pre term serta tali pusat menumbung.
20. Prinsip manajemen kala III secara fisiologis.
21. Prinsip manajemen aktif kala III.

Pengetahuan Tambahan
1. Penatalaksanaan persalinan dengan malpresentasi.
2. Pemberian suntikan anestesi local.
3. Akselerasi dan induksi persalinan.

Keterampilan Dasar
1. Mengumpulkan data yang terfokus pada riwayat kebidanan dan tanda-tanda vital ibu pada persalinan sekarang.
2. Melaksanakan pemeriksaan fisik yang terfokus.
3. Melakukan pemeriksaan abdomen secara lengkap untuk posisi dan penurunan janin.
4. Mencatat waktu dan mengkaji kontraksi uterus (lama, kekuatan dan frekuensi).
5. Melakukan pemeriksaan panggul (pemeriksaan dalam) secara lengkap dan akurat meliputi pembukaan, penurunan, bagian terendah, presentasi, posisi keadaan ketuban, dan proporsi panggul dengan bayi.
6. Melakukan pemantauan kemajuan persalinan dengan menggunakan partograph.
7. Memberikan dukungan psikologis bagi wanita dan keluarganya.
8. Memberikan cairan, nutrisi dan kenyamanan yang kuat selama persalinan.
9. Mengidentifikasi secara dini kemungkinan pola persalinan abnormal dan kegawat daruratan dengan intervensi yang sesuai dan atau melakukan rujukan dengan tepat waktu.
10. Melakukan amniotomi pada pembukaan serviks lebih dari 4 cm sesuai dengan indikasi.
11. Menolong kelahiran bayi dengan lilitan tali pusat.
12. Melakukan episiotomi dan penjahitan, jika diperlukan.
13. Melaksanakan manajemen fisiologi kala III.
14. Melaksanakan manajemen aktif kala III.
15. Memberikan suntikan intra muskuler meliputi uterotonika, antibiotika dan sedative.
16. Memasang infus, mengambil darah untuk pemeriksaan hemoglobin (HB) dan hematokrit (HT).
17. Menahan uterus untuk mnecegah terjadinya inverse uteri dalam kala III.
18. Memeriksa kelengkapan plasenta dan selaputnya.
19. Memperkirakan jumlah darah yang keluar pada persalinan dengan benar.
20. Memeriksa robekan vagina, serviks dan perineum.
21. Menjahit robekan vagina dan perineum tingkat II.
22. Memberikan pertolongan persalinan abnormal : letak sungsang, partus macet kepada di dasar panggul, ketuban pecah dini tanpa infeksi, post term dan pre term.
23. Melakukan pengeluaran, plasenta secara manual.
24. Mengelola perdarahan post partum.
25. Memindahkan ibu untuk tindakan tambahan/kegawat daruratan dengan tepat waktu sesuai indikasi.
26. Memberikan lingkungan yang aman dengan meningkatkan hubungan/ikatan tali kasih ibu dan bayi baru lahir.
27. Memfasilitasi ibu untuk menyusui sesegera mungkin dan mendukung ASI eksklusif.
28. Mendokumentasikan temuan-temuan yang penting dan intervensi yang dilakukan.

Keterampilan Tambahan
1. Menolong kelahiran presentasi muka dengan penempatan dan gerakan tangan yang tepat.
2. Memberikan suntikan anestesi local jika diperlukan.
3. Melakukan ekstraksi forcep rendah dan vacum jika diperlukan sesuai kewenangan.
4. Mengidentifikasi dan mengelola malpresentasi, distosia bahu, gawat janin dan kematian janin dalam kandungan (IUFD) dengan tepat.
5. Mengidentifikasi dan mengelola tali pusat menumbung.
6. Mengidentifikasi dan menjahit robekan serviks.
7. Membuat resep dan atau memberikan obat-obatan untuk mengurangi nyeri jika diperlukan sesuai kewenangan.
8. Memberikan oksitosin dengan tepat untuk induksi dan akselerasi persalinan dan penanganan perdarahan post partum.

ASUHAN PADA IBU NIFAS DAN MENYUSUI

Kompetensi ke-5 : Bidan memberikan asuhan pada ibu nifas dan mneyusui yang bermutu tinggi dan tanggap terhadap budaya setempat.






Pengetahuan Dasar


1. Fisiologis nifas.


2. Proses involusi dan penyembuhan sesudah persalinan/abortus.


3. Proses laktasi/menyusui dan teknik menyusui yang benar serta penyimpangan yang lazim terjadi termasuk pembengkakan payudara, abses, masitis, putting susu lecet, putting susu masuk.


4. Nutrisi ibu nifas, kebutuhan istirahat, aktifitas dan kebutuhan fisiologis lainnya seperti pengosongan kandung kemih.


5. Kebutuhan nutrisi bayi baru lahir.


6. Adaptasi psikologis ibu sesudah bersalin dan abortus.


7. “Bonding & Atacchment” orang tua dan bayi baru lahir untuk menciptakan hubungan positif.


8. Indikator subinvolusi: misalnya perdarahan yang terus-menerus, infeksi.


9. Indikator masalah-masalah laktasi.


10. Tanda dan gejala yang mengancam kehidupan misalnya perdarahan pervaginam menetap, sisa plasenta, renjatan (syok) dan pre-eklamsia post partum.


11. Indikator pada komplikasi tertentu dalam periode post partum, seperti anemia kronis, hematoma vulva, retensi urine dan incontinetia alvi.


12. Kebutuhan asuhan dan konseling selama dan konseling selama dan sesudah abortus.


13. Tanda dan gejala komplikasi abortus.






Keterampilan Dasar


1. Mengumpulkan data tentang riwayat kesehatan yang terfokus, termasuk keterangan rinci tentang kehamilan, persalinan dan kelahiran.


2. Melakukan pemeriksaan fisik yang terfokus pada ibu.


3. Pengkajian involusi uterus serta penyembuhan perlukaan/luka jahitan.


4. Merumuskan diagnosa masa nifas.


5. Menyusun perencanaan.


6. Memulai dan mendukung pemberian ASI eksklusif.


7. Melaksanakan pendidikan kesehatan pada ibu meliputi perawatan diri sendiri, istirahat, nutrisi dan asuhan bayi baru lahir.


8. Mengidentifikasi hematoma vulva dan melaksanakan rujukan bilamana perlu.


9. Mengidentifikasi infeksi pada ibu, mengobati sesuai kewenangan atau merujuk untuk tindakan yang sesuai.


10. Penatalaksanaan ibu post partum abnormal: sisa plasenta, renjatan dan infeksi ringan.


11. Melakukan konseling pada ibu tentang seksualitas dan KB pasca persalinan.


12. Melakukan konseling dan memberikan dukungan untuk wanita pasca persalinan.


13. Melakukan kolaborasi atau rujukan pada komplikasi tertentu.


14. Memberikan antibiotika yang sesuai.


15. Mencatat dan mendokumentasikan temuan-temuan dan intervensi yang dilakukan.






Keterampilan Tambahan


1. Melakukan insisi pada hematoma vulva.






ASUHAN PADA BAYI BARU LAHIR


Kompetensi ke-6 : Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi, komperhensif pada bayi baru lahir sehat sampai dengan 1 bulan.






Pengetahuan Dasar


1. Adaptasi bayi baru lahir terhadap kehidupan di luar uterus.


2. Kebutuhan dasar bayi baru lahir: kebersihan jalan napas, perawatan tali pusat, kehangatan, nutrisi, “bonding & attachment”.


3. Indikator pengkajian bayi baru lahir, misalnya dari APGAR.


4. Penampilan dan perilaku bayi baru lahir.


5. Tumbuh kembang yang normal pada bayi baru lahir selama 1 bulan.


6. Memberikan immunisasi pada bayi.


7. Masalah yang lazim terjadi pada bayi baru lahir normal seperti: caput, molding, mongolian spot, hemangioma.


8. Komplikasi yang lazim terjadi pada bayi baru lahir normal seperti: hypoglikemia, hypotermi, dehidrasi, diare dan infeksi, ikterus.


9. Promosi kesehatan dan pencegahan penyakit pada bayi baru lahir sampai 1 bulan.


10. Keuntungan dan resiko immunisasi pada bayi.


11. Pertumbuhan dan perkembangan bayi premature.


12. Komplikasi tertentu pada bayi baru lahir, seperti trauma intra-cranial, fraktur clavicula, kematian mendadak, hematoma.






Keterampilan Dasar


1. Membersihkan jalan nafas dan memelihara kelancaran pernafasan, dan merawat tali pusat.


2. Menjaga kehangatan dan menghindari panas yang berlebihan.


3. Menilai segera bayi baru lahir seperti nilai APGAR.


4. Membersihkan badan bayi dan memberikan identitas.


5. Melakukan pemeriksaan fisik yang terfokus pada bayi baru lahir dan screening untuk menemukan adanya tanda kelainan-kelainan pada bayi baru lahir yang tidak memungkinkan untuk hidup.


6. Mengatur posisi bayi pada waktu menyusu.


7. Memberikan immunisasi pada bayi.


8. Mengajarkan pada orang tua tentang tanda-tanda bahaya dan kapan harus membawa bayi untuk minta pertolongan medik.


9. Melakukan tindakan pertolongan kegawatdaruratan pada bayi baru lahir, seperti: kesulitan bernafas/asphyksia, hypotermia, hypoglycemi.


10. Memindahkan secara aman bayi baru lahir ke fasilitas kegawatdaruratan apabila dimungkinkan.


11. Mendokumentasikan temuan-temuan dan intervensi yang dilakukan.






Keterampilan Tambahan


1. Melakukan penilaian masa gestasi.


2. Mengajarkan pada orang tua tentang pertumbuhan dan perkembangan bayi yang normal dan asuhannya.


3. Membantu orang tua dan keluarga untuk memperoleh sumber daya yang tersedia di masyarakat.


4. Memberikan dukungan kepada orang tua selama masa berduka cita sebagai akibat bayi dengan cacat bawaan, keguguran, atau kematian bayi.


5. Memberikan dukungan kepada orang tua selama bayinya dalam perjalanan rujukan diakibatkan ke fasilitas perawatan kegawatdaruratan.


6. Memberikan dukungan kepada orang tua dengan kelahiran ganda.






ASUHAN PADA BAYI DAN BALITA


Kompetensi ke-7 : Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi, komperhensif pada bayi dan balita sehat (1 bulan – 5 tahun).






Pengetahuan Dasar


1. Keadaan kesehatan bayi dan anak di Indonesia, meliputi: angka kesakitan, angka kematian, penyebab kesakitan dan kematian.


2. Peran dan tanggung jawab orang tua dalam pemeliharaan bayi dan anak.


3. Pertumbuhan dan perkembangan bayi dan anak normal serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.


4. Kebutuhan fisik dan psikososial anak.


5. Prinsip dan standar nutrisi pada bayi dan anak. Prinsip-prinsip komunikasi pada bayi dan anak.


6. Prinsip keselamatan untuk bayi dan anak.


7. Upaya pencegahan penyakit pada bayi dan anak misalnya pemberian immunisasi.


8. Masalah-masalah yang lazim terjadi pada bayi normal seperti: gumoh/regurgitasi, diaper rash dll serta penatalaksanaannya.


9. Penyakit-penyakit yang sering terjadi pada bayi dan anak.


10. Penyimpangan tumbuh kembang bayi dan anak serta penatalaksanaannya.


11. Bahaya-bahaya yang sering terjadi pada bayi dan anak di dalam dan luar rumah serta upaya pencegahannya.


12. Kegawat daruratan pada bayi dan anak serta penatalaksanaannya.






Keterampilan Dasar


1. Melaksanakan pemantauan dan menstimulasi tumbuh kembang bayi dan anak.


2. Melaksanakan penyuluhan pada orang tua tentang pencegahan bahaya-bahaya pada bayi dan anak sesuai dengan usia.


3. Melaksanakan pemberian immunisasi pada bayi dan anak.


4. Mengumpulkan data tentang riwayat kesehatan pada bayi dan anak yang terfokus pada gejala.


5. Melakukan pemeriksaan fisik yang berfokus.


6. Mengidentifikasi penyakit berdasarkan data dan pemeriksaan fisik.


7. Melakukan pengobatan sesuai kewenangan, kolaborasi atau merujuk dengan cepat dan tepat sesuai dengan keadaan bayi dan anak.


8. Menjelaskan kepada orang tua tentang tindakan yang dilakukan.


9. Melakukan pemeriksaan secara berkala pda bayi dan anak sesuai dengan standar yang berlaku.


10. Melaksanakan penyuluhan pada orang tua tentang pemeliharaan bayi.


11. Tepat sesuai keadaan bayi dan anak yang mengalami cidera dari kecelakaan.


12. Mendokumentasikan temuan-temuan dan intervensi yang dilakukan.






KEBIDANAN KOMUNITAS


Kompetensi ke-8 : Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi dan komperhensif pada keluarga, kelompok dan masyarakat sesuai dengan budaya setempat.


Pengetahuan Dasar


1. Konsep dan sasaran kebidanan komunitas.


2. Masalah kebidanan komunitas.


3. Pendekatan asuhan kebidanan pada keluarga, kelompok dari masyarakat.


4. Strategi pelayanan kebidanan komunitas.


5. Ruang lingkup pelayanan kebidanan komunitas.


6. Upaya peningkatan dan pemeliharaan kesehatan ibu dan anak dalam keluarga dan masyarakat.


7. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan ibu dan anak.


8. Sistem pelayanan kesehatan ibu dan anak.






Pengetahuan Tambahan


1. Kepemimpinan untuk semua (kesuma).


2. Pemasaran sosial.


3. Peran serta masyarakat (PSM).


4. Audit maternal perinatal.


5. Perilaku kesehatan masyarakat.


6. Program-program pemerintah yang terkait dengan kesehatan ibu dan anak






Keterampilan Dasar


1. Melakukan pengelolaan pelayanan ibu hamil, nifas, laktasi, bayi balita dan KB di masyarakat.


2. Mengidentifikasi status kesehatan ibu dan anak.


3. Melakukan pertolongan persalinan di rumah dan polindes.


4. Mengelola pondok bersalin desa (polindes).


5. Melaksanakan kunjungan rumah pada ibu hamil, nifas dan laktasi bayi dan balita.


6. Melakukan penggerakan dan pembinaan peran serta masyarakat untuk mendukung upaya-upaya kesehatan ibu dan anak.


7. Melaksanakan penyuluhan dan konseling kesehatan.


8. Melaksanakan pencatatan dan pelaporan.






Keterampilan Tambahan


1. Melakukan pemantauan KIA dengan menggunakan PWS KIA.


2. Melaksanakan pelatihan dan pembinaan dukun bayi.


3. Mengelola dan memberikan obat-obatan sesuai dengan kewenangannya.


4. Menggunakan teknologi kebidanan tepat guna.






ASUHAN PADA IBU/WANITA DENGAN GANGGUAN REPRODUKSI


Kompetensi ke-9 : Melaksanakan asuhan kebidanan pada wanita/ibu dengan gangguan sistem reproduksi.


Pengetahuan Dasar


1. Penyuluhan kesehatan mengenai kesehatan reproduksi, penyakit menular seksual (PMS), HIV/AIDS.


2. Tanda dan gejala infeksi saluran kemih serta penyakit seksual yang lazim terjadi.


3. Tanda, gejala, dan penatalaksanaan pada kelainan ginekologi meliputi: keputihan, perdarahan tidak teratur dan penundaan haid.






Keterampilan Dasar


1. Mengidentifikasi gangguan masalah dan kelainan-kelainan sistem reproduksi.


2. Memberikan pengobatan pada perdarahan abnormal dan abortus spontan (bila belum sempurna).


3. Melaksanakan kolaborasi dan atau rujukan secara tepat ada wanita/ibu dengan gangguan system reproduksi.


4. Memberikan pelayanan dan pengobatan sesuai dengan kewenangan pada gangguan system reproduksi meliputi: keputihan, perdarahan tidak teratur dan penundaan haid.


5. Mikroskop dan penggunaannya.


6. Teknik pengambilan dan pengiriman sediaan pap smear.






Keterampilan Tambahan


1. Menggunakan mikroskop untuk pemeriksaan hapusan vagina.


2. Mengambil dan proses pengiriman sediaan pap smear.

loading...