Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga makalah ini dapat selesai dengan baik dan tepat pada waktunya.
Pada kesempatan ini kami akan membahas tentang Makanan bagi Ibu Hamil. Dimana didalamnya terdapat beberapa penjelasan tentang pengertian gizi seimbang, pentingnya gizi seimbang bagi ibu hamil, zat gizi apa saja yang dibutuhkan selama kehamilan, sampai pada dampak yang terjadi bagi ibu hamil dan perkembangan janinnya bila kekurangan asupan gizi.
Untuk itu kami mengucapakan terima kasih, kepada kedua orang tua kami yang senantiasa membantu dan memotivasi kami, kepada teman-teman dan semua pihak yang telah membantu hingga makalah ini dapat selesai dengan baik.
“Tak ada gading yang tak retak” begitu pula dengan makalah ini. Mohon maaf bila terdapat sesuatu yang kurang berkenan dan kami juga mengharapkan saran dan kritik yang membangun agar memotivasi kami untuk lebih baik lagi. Semoga makalah ini dapat bermanfaaat bagi kita semua. Terima kasih.
Makanan bergizi sangat penting diberikan kepada bayi sejak masih dalam kandungan. Selanjutnya, masa bayi dan balita merupakan momentum paling penting dalam melahirkan generasi pitar dan sehat. Jika usia ini tidak dikelola dengan baik apalagi dengan kondisi gizi yang buruk maka di kemudian hari akan sulit terjadi perbaikan kualitas bangsa. Karena itulah makanan bergizi seharusnya dipersiapkan sejak ibu hamil. Gizi seimbang ataupun nutrisi yang cukup harus terpenuhi sejak bayi dalam kandungan. Hal ini tidak hanya untuk perkembangan janin yang optimal tetapi juga untuk kesehatan sang ibu. Dengan gizi yang optimal diharapkan selain mengurangi angka kematian ibu dan bayi juga dapat melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas sebagai generasi penerus bangsa.
1.2 Permasalahan
Saat hamil, ibu cenderung mengalami kelemahan fisik. Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya keguguran atau kesulitan dalam persalinan, serta hal-hal yang tidak diinginkan lainnya, fisik ibu harus diupayakan tetap bugar. Untuk menghindari terjadinya kelahiran bayi premature atau bayi lahir dengan berat badan yang rendah, seorang ibu harus menjaga kondisi fisiknya dengan mencukupkan kebutuhan gizinya. Paling tidak dalam hal ini ibu hamil harus bisa memikirkan bahwa saat ini ia makan untuk berdua. Artinya seorang ibu hamil selain harus makan untuk dirinya juga harus menyediakan makanan untuk janin yang di kandungnya. Untuk itu porsi makan ibu harus ditambah tepatnya dengan gizi yang seimbang agar memperoleh kecukupan gizi untuk dirinya dan janin yang sedang dikandungnya.
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Metode Penelitian
Untuk membahas dan meneliti permasalahan yang berkaitan dengan makanan ibu hamil ini, pengumpulan data proses pembuatan makalah ini yaitu dengan menggunakan beberapa buku, dan melalui informasi dari internet.
Makanan Bagi Ibu Hamil
Saat hamil kebutuhan gizi seorang wanita meningkat guna memenuhi kebutuhan janin yang sedang berkembang. Secara rinci, makanan pada seorang wanita hamil dibutuhkan untuk:
1. Pertumbuhan janin dalam kandungan
2. Menjaga kesehatan dan kekuatan badan ibu
3. Menumpuk cadangan dalam tubuh untuk digunakan ketika menyusui
4. Mempercepat penyembuhan luka-luka bekas persalinan
Pengaturan makanan untuk ibu hamil
1. Makan teratur tiga kali sehari
2. Hidangan terbuat dari bahan makanan bergizi empat sehat lima sempurna (makanan pokok, lauk pauk, sayur dan buah, serta dua gelas susu ibu hamil setiap hari)
3. Pergunakan aneka ragam makanan yang ada
4. Pilih berbagai macam bahan makanan segar
Saat Hamil, Berapa Banyak Makanan yang Diperlukan?
Berapa banyak yang diperlukan?
Secara umum, banyaknya makanan yang diperlukan pada kehamilan bisa dilihat dalam tabel di bawah ini. Tabel tersebut berlaku pada kehamilan normal tanpa gangguan. Jika kehamilan terganggu (misalnya akibat mual muntah berlebihan), tentu dibutuhkan penyesuaian. Contohnya :
1. Pada trimester pertama
Pada umur kehamilan 1-3 bulan dapat terjadi penurunan berat badan ibu akibat pusing, mual dan muntah. Guna menghindarinya sebaiknya makanlah makanan dalam porsi kecil namun sering, contoh: susu, sari buah, roti kering.
2. Pada trimester kedua
Nafsu makan ibu mulai membaik sehingga porsi makanan mulai kembali seperti sebelum hamil berupa tiga porsi makanan utama sehari ditambah 1 porsi makanan selingan. Hidangan lauk pauk hewani seperti telur, ikan, daging, dan teri sangat baik serta mampu mengurangi risiko kurang darah.
3. Pada trimester ketiga
Banyaknya makanan pada periode ini sebaiknya disesuaikan dengan keadaan ibu. Jika ibu hamil memiliki berat badan berlebih, sebaiknya makanan pokok (tepung-tepungan, misalnya nasi, roti, sirup, kue-kue) dikurangi dan sayuran serta buah-buahan segar diperbanyak. Selain membantu menjaga berat badan, sayur dan buah juga membantu mencegah sembelit (susah buang air besar).
4. Jika ibu hamil mengalami udem (bengkak-bengkak pada kaki)
Jika kedua tungkai terlihat bengkak-bengkak, sebaiknya kurangi mengkonsumsi makanan yang asin, dan batasi penggunaan garam saat memasak makanan.
Camilan Sehat untuk Ibu Hamil
Buah-buahan
Buah merupakan camilan yang menyehatkan karena mengandung banyak serat, air, rendah lemak, dan sedikit kalori. Ibu dapat memilih jenis buah-buahan bergizi tinggi dan kaya serat, seperti pepaya, stroberi, jeruk, mangga, melon, anggur dan sebagainya. Konsumsilah buah-buahan ini dalam keadaan segar. Ibu bisa memakannya langsung, atau dibuat jus.
Sayuran
Sayuran juga bisa menjadi pilihan camilan sehat karena mengandung banyak vitamin, serat, serta rendah lemak maupun kalori. Ibu bisa mengolahnya menjadi gado-gado, salad, ketoprak, dan lain-lain.
Selain camilan menyehatkan kaya serat di atas, Ibu juga bisa memilih camilan sehat lainnya seperti:
· Crackers · Yoghurt · Susu · Kroket · Risoles
Benarkah wanita hamil harus makan dengan porsi dua kali lebih banyak dari wanita biasa? Dari segi kualitas memang jawabannya adalah ya. Tapi dari segi kuantitas jawabannya adalah tidak. Dalam mengkonsumsi makanan, ibu hamil harus memperhitungkan nilai gizi makanan yang dikonsumsi, baik bagi dirinya maupun janin yang ada dalam kandungannya
Seiring pertambahan usia kandungan, maka kebutuhan gizi ibu hamil akan meningkat, terutama setelah memasuki kehamilan trimester kedua. Sebab pada saat itu, pertumbuhan janin berlangsung pesat - terutama perkembangan otak dan susunan syaraf dan membutuhkan asupan gizi yang optimal.
Jangan heran jika berat badan ibu pun turut naik pesat. Ini berbeda dengan kehamilan pada trimester pertama. Pada saat ini pertumbuhan janin masih belum begitu pesat, sehingga kebutuhan gizinya juga belum optimal.
Pada dua bulan terakhir kehamilan, otak bayi berkembang sangat cepat. Pada periode ini, gizi diperlukan bagi pengembangan otak dan jaringan saraf sang bayi. Usahakanlah makan setiap 4 jam sekali. Sebab, meskipun Anda tidak lapar, kemungkinan bayi Anda yang lapar.
Hal lain yang perlu diperhatikan, meskipun nafsu makan meningkat, tetaplah berpegang pada pola makan dengan gizi seimbang. Jangan asal makan karena lapar mata.
Sebaiknya ibu hamil menghindari makanan berkalori tinggi seperti cokelat dan es krim. Harus diingat pertambahan berat badan ideal selama masa kehamilan adalah berkisar antara 10-15 kg.
Pada tabel berikut dapat dilihat komponen utama gizi dan kecukupan yang dianjurkan (RDA) dari Food Nutrition Board, National Research Council :
Recommended Dietary Allowance 9th Ed. Washington DC, Nacional Academy Sciences, 1980 :
3 Komposisi Utama
Kebutuhan harian Wanita usia 19 - 50 th
Kebutuhan tambahan harian wanita semasa:
Hamil Menyusui
Protein (g) 44 +30 +20
Zat Besi (mg) 18 +30-60 +30-60
Kalsium (mg) 800 +400 +400
Makanan dengan gizi seimbang dapat diperoleh dari karbohidrat dan lemak sebagai sumber zat tenaga, protein sebagai sumber zat pembangun, serta vitamin dan mineral sebagai zat pengatur. Sebagai sumber tenaga yang menghasilkan kalori, karbohidrat dapat diperoleh dari serealia, umbi-umbian. Sementara protein sebagai sumber zat pembangun dapat diperoleh dari daging, ikan, telur, kacang-kacangan, dan sebagai sumber zat pengatur, vitamin dan mineral dapat diperoleh dari buah-buahan dan sayur-sayuran. Tambahan vitamin, baik B kompleks, vitamin A, vitamin C, vitamin D, maupun vitamin E diperlukan ibu hamil untuk meningkatkan kebugarannya.
Nutrisi yang diperlukan adalah:
1. Karbohidrat dan lemak sebagai sumber zat tenaga untuk menghasilkan kalori dapat diperoleh dari serealia, umbi-umbian.
2. Protein sebagai sumber zat pembangun dapat diperoleh dari daging, ikan, telur dan kacang-kacangan.
3. Mineral sebagai zat pengatur dapat diperoleh dari buah-buahan dan sayur - sayuran.
4. Vitamin B kompleks berguna untuk menjaga sistem saraf, otot dan jantung agar berfungsi secara normal. Dapat dijumpai pada serealia, biji - bijian, kacang-kacangan, sayuran hijau, ragi, telur dan produk susu.
5. Vitamin D berguna untuk pertumbuhan dan pembentukan tulang bayi Anda. Sumbernya terdapat pada minyak hati ikan, kuning telur dan susu.
6. Vitamin E berguna bagi pembentukan sel darah merah yang sehat. Makanlah lembaga biji-bijian terutama gandum, kacang-kacangan, minyak sayur dan sayuran hijau.
7. Asam folat berguna untuk perkembangan sistem saraf dan sel darah, banyak terdapat pada sayuran berwarna hijau gelap seperti bayam, kembang kol dan brokoli. Pada buah-buahan, asam folat terdapat dalam jeruk, pisang, wortel dan tomat. Kebutuhan asam folat selama hamil adalah 800 mcg per hari, terutama pada 12 minggu pertama kehamilan. Kekurangan asam folat dapat mengganggu pembentukan otak, sampai cacat bawaan pada susunan saraf pusat maupun otak janin.
8. Zat besi yang dibutuhkan ibu hamil agar terhindar dari anemia, banyak terdapat pada sayuran hijau (seperti bayam, kangkung, daun singkong, daun pepaya), daging dan hati.
9. Kalsium, diperlukan untuk pertumbuhan tulang dan gigi janin, serta melindungi ibu hamil dari osteoporosis Jika kebutuhan kalsium ibu hamil tidak tercukupi, maka kekurangan kalsium akan diambil dari tulang ibu. Sumber kalsium yang lain adalah sayuran hijau dan kacang-kacangan. Saat ini kalsium paling baik diperoleh dari susu serta produk olahannya. Susu juga mengandung banyak vitamin, seperti vitamin A, D, B2, B3, dan vitamin C. Zat-zat gizi ini juga terdapat pada produk olahan susu, seperti keju, es krim, yoghurt.
Makanan yang Harus Dihindari
Ada beberapa jenis makanan yang harus dihindari oleh ibu hamil, karena kemungkinan membawa bibit penyakit atau parasit tertentu yang membahayakan janin. Jenis bibit penyakit / parasit yang membahayakan kandungan dan terbawa dalam makanan adalah:
· Listeria
Dapat menyebabkan keguguran, bayi lahir mati, atau keracunan darah. Bakteri listeria monocytogenes banyak terdapat pada :
- produk unggas (termasuk telur), ikan atau daging sapi yang diolah setengah matang.
- Selada, buah dan sayuran yang tidak dicuci bersih, terutama bila dimakan dalam keadaan mentah.
- Beberapa jenis keju lunak, seperti Brie, Camembert, Blue Cheese serta keju lain yang dibuat dari susu kambing atau domba.
· Bakteri E. Coli
Sering ditemukan pada daging yang diolah setengah matang, dan susu yang tidak mengalami pasteurisasi. Racun yang dikeluarkannya dapat merusak usus dan ginjal.
· Salmonella dan Toksoplasma
Untuk menghindari infeksi bakteri jenis ini, sebaiknya Anda tidak mengkonsumsi daging dan telur dalam bentuk mentah atau setengah matang.
No comments:
Post a Comment